Asal mula
pengawetan pangan. Inovasi pengawetan makanan dalam kaleng dimulai pertama kali
oleh Nicolas Appert Bonaprre pada awal abad ke 19. Lahirnya faktor Atwater
energy yaitu angka 4-9-4 yang merupakan faktor konversi dari 1 gr KH, lemak, dan protein berasal dari alat
calorimeter yang dibuat oleh Wilbur Olin Atwater dan bekerja ama dengan ahli
fisik pada abad ke -19 (Darby W.J, 1994 dalam Ilmu gizi teori dan Aplikasi ,
2017).
Istilah
gizi atau nutrition, berasal dari bahasa latin “nutr” yang berarti “to nurture”
yaitu memberi makanan dengan baik.
Pada abad
19 sebutan nutrition dikenal diinggris dan sebelumnya digunakan istilah diet.
Istilah nutrition mulai popoler di inggris setelah di publikasi berjudul
nutriology di London pada tahun 1812. Dalam tulisan itu disampaikan tentang
makanan yang beraneka ragam makanan dari hewani dan nabati termasuk buah dan
sayur untuk hidup sehat. (Drummod, 1991, Dalam ilmu gizi aplikasi dan teori,
2017)
Di
Indonesia istilah gizi dalam forum dan tulisan akademik mulai digunakan pada tahun 1950-an yang dirintis oleh Bapak Gizi
Indonesia, Prof.Poerwo Soedarmo (1904 – 2003) , yang juga penyandang Bintang
Maha Putra dibidang Ilmu Gizi (1992). Sebagai salah seorang “saksi hidup”
perkembangan ilmu gizi sejak tahun 1956 di Indonesia sebagai mahasiswa dekat
Prof.Poerwo Soedarmo sampai akhir hayat beliau, dan sebagai pertanggungan jawab
profesional saya di bidang gizi publik (“public nutrition”),
Menurut
sejarawan gizi prof soekirman. Istilah Gizi dan Ilmu Gizi baru dikenal di Indonesia
sekitar awal tahun 1950an, sebagai terjemahan kata ” Nutrition” dan “Nutrition
Science”. Meskipun belum resmi ditetapkan oleh Lembaga Bahasa Indonesia,
istilah Gizi dan Ilmu Gizi telah dipakai oleh Prof.Djuned Pusponegoro,
dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar ilmu penyakit anak di Fakultas
Kedokteran UI tahun 1952. Tahun 1955 , Ilmu Gizi resmi menjadi mata kuliah di
Fakultas Kedokteran UI, dan tahun 1958 secara resmi dipakai dalam pidato
pengukuhan Prof.Poerwo Soedarmo sebagai Guru Besar Ilmu Gizi pertama di
Indonesia, di Fakultas Kedokteran UI. Sejak itu sampai sekarang
banyak Fakultas Kedokteran , Fakultas Pertanian , Fakultas Teknologi
Pangan, Fakultas Kesehatan Masyarakat telah mendirikan Bagian atau
Departemen Ilmu Gizi. Tahun 1965 di Jakarta diresmikan Akademi Gizi dari
Departemen Kesehatan, yang sampai sekarang tersebar di hampir semua
propinsi di Indonesia sebagai Pendidikan Politeknis Kesehatan Jurusan Gizi
.Ilmu Gizi, Fakultas Ekologi Manusia, IPB, Bogor/ Ketua Yayasan Kegizian untuk
Pengembangan Fortifikasi Pangan
Indonesia (KFI). Istilah Gizi dan Ilmu Gizi baru dikenal di Indonesia sekitar awal tahun 1950an, sebagai terjemahan kata ” Nutrition” dan “Nutrition Science”. Meskipun belum resmi ditetapkan oleh Lembaga Bahasa Indonesia, istilah Gizi dan Ilmu Gizi telah dipakai oleh Prof.Djuned Pusponegoro, dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar ilmu penyakit anak di Fakultas Kedokteran UI tahun 1952. Tahun 1955 , Ilmu Gizi resmi menjadi mata kuliah di Fakultas Kedokteran UI, dan tahun 1958 secara resmi dipakai dalam pidato pengukuhan Prof.Poerwo Soedarmo sebagai Guru Besar Ilmu Gizi pertama di Indonesia, di Fakultas Kedokteran UI. Sejak itu sampai sekarang banyak Fakultas Kedokteran , Fakultas Pertanian , Fakultas Teknologi Pangan, Fakultas Kesehatan Masyarakat telah mendirikan Bagian atau Departemen Ilmu Gizi. Tahun 1965 di Jakarta diresmikan Akademi Gizi dari Departemen Kesehatan, yang sampai sekarang tersebar di hampir semua propinsi di Indonesia sebagai Pendidikan Politeknis Kesehatan Jurusan Gizi .
Indonesia (KFI). Istilah Gizi dan Ilmu Gizi baru dikenal di Indonesia sekitar awal tahun 1950an, sebagai terjemahan kata ” Nutrition” dan “Nutrition Science”. Meskipun belum resmi ditetapkan oleh Lembaga Bahasa Indonesia, istilah Gizi dan Ilmu Gizi telah dipakai oleh Prof.Djuned Pusponegoro, dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar ilmu penyakit anak di Fakultas Kedokteran UI tahun 1952. Tahun 1955 , Ilmu Gizi resmi menjadi mata kuliah di Fakultas Kedokteran UI, dan tahun 1958 secara resmi dipakai dalam pidato pengukuhan Prof.Poerwo Soedarmo sebagai Guru Besar Ilmu Gizi pertama di Indonesia, di Fakultas Kedokteran UI. Sejak itu sampai sekarang banyak Fakultas Kedokteran , Fakultas Pertanian , Fakultas Teknologi Pangan, Fakultas Kesehatan Masyarakat telah mendirikan Bagian atau Departemen Ilmu Gizi. Tahun 1965 di Jakarta diresmikan Akademi Gizi dari Departemen Kesehatan, yang sampai sekarang tersebar di hampir semua propinsi di Indonesia sebagai Pendidikan Politeknis Kesehatan Jurusan Gizi .
Lembaga
Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sejak tahun 1958 memasukkan Ilmu Gizi dalam
Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (KIPNAS) pertama, dan selanjutnya sejak tahun
1973 tiap 4 tahun sekali LIPI menyelenggarakan Widyakarya Nasional Pangan
dan GIZI (WNPG) sampai tahun 2008. WNPG ke XI akan diadakan pada
bulan Nopember 2012 di Jakarta.
Pengesahan
kata Gizi sebagai terjemahan Nutrition dan Nutrition Science, dilakukan oleh
Lembaga Bahasa Indonesia UI, waktu itu dipimpin oleh alm. DR. Haryati Soebadio.
Alm.
Prof.Poerwo Soedarmo, waktu itu Direktur Lembaga Makanan Rayat , Departemen
Kesehatan RI, dan diangkat sebagai bapak Ilmu Gizi Indonesia, oleh Persatuan
Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), pada suatu hari tahun 1958 menugaskan 4
Mahasiswa tingkat akhir (termasuk penulis) Akademi Pendidikan
Nutritisionis-Ahli Diit , Bogor – yang tahun 1965 dirubah namanya menjadi
Akademi Gizi, Jakarta – , menghadap Direktur Lembaga Bahasa Indonesia,
Fakultas Sastra, UI, waktu itu di Jalan Diponegoro, Jakarta. Tujuannya untuk
mendapat petunjuk terjemahan yang benar dan ilmiah untuk kata Inggris
“Nutrition”, dan “Nutrition Science” kedalam bahasa Indonesia.
DR.Soebadio, menjelaskan tentang akar bahasa Indonesia kebanyakan dari bahasa
Arab dan Sanksekerta. Kata Inggris Nutrition dalam bahasa Arab di sebut GHIZAI,
dan dalam bahasa Sanksekerta SVASTAHARENA. Keduanya artinya sama, makanan yang
menyehatkan. Atas petunjuk tersebut Prof.Poerwo Soedarmo memilih kata
GIZI sebagai terjemahan resmi kata nutrition, yang sejak tahun 1952 kata
GIZI itu sudah dipakai dikalangan ilmu kedokteran dan kesehatan
masyarakat. Sedang kata SVASTAHARENA di pakai dalam lambang organisasi
PERSAGI sampai sekarang.
Dalam
Undang-Undang, istilah atau kata GIZI telah resmi dipakai dalam 1).
Undang-Undang no 7 tahun 1996 tentang Pangan (Pasal 1 no 13,14; Bab III
Mutu Pangan dan Gizi, Pasal 27 : 1-4; dan 2) Undang-Undang no 36 tahun 1999
tentang Kesehatan , Bab VIII tentang Gizi dan pasal 141.
Definisi
Ilmu Gizi terus berkembang sesuai dengan perkembangan ilmunya. Dalam
kuliah-kuliah saya , Ilmu Gizi dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang
mempelajari ” Proses Makanan sejak masuk mulut sampai dicerna oleh organ-organ
pencernakan, dan diolah dalam suatu sistem metabolisme menjadi zat-zat
kehidupan (zat gizi dan zat non gizi) dalam darah dan dalam sel-sel
tubuh membentuk jaringan tubuh dan organ-organ tubuh dengan fungsinya
masing-masing dalam suatu sistem, sehingga menghasilkan pertumbuhan
(fisik) dan perkembangan (mental) , kecerdasan, dan produktivitas sebagai
syarat dicapainya tingkat kehidupan sehat, bugar dan sejahtera.”
Sedang
ilmu gizi publik, yang saya dalami, adalah ilmu gizi yang diaplikasikan
untuk kesejahteraan publik (masyarakat luas) dengan tidak saja
mengkaitkannya dengan masalah kesehatan masyarakat, tetapi juga dengan
masalah-masalah ekonomi, kemiskinan, pertanian, lingkungan hidup, pendidikan ,
kesetaraan gender, dan masalah-maslah pembangunan manusia lainnya.
Secara pendek dan populer ilmu gizi sering diartikan sebagai ilmu yang mempelajari hubungan makanan dengan kesehatan.
Secara pendek dan populer ilmu gizi sering diartikan sebagai ilmu yang mempelajari hubungan makanan dengan kesehatan.
Kesimpulan:
Secara
resmi sejak tahun 1952 kata atau istilah GIZI, adalah istilah
bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai terjemahan istilah Inggris
“Nutrition”. Dalam dokumen-dokumen resmi tidak ada terjemahan lain
kecuali kata GIZI. Kalaupun ada terjemahan lain, apapun sebutannya, dapat
dipastikan itu bukan bahasa Indonesia resmi dan kebanyakan digunakan didunia
bisnis dan periklanan.
SUMBER
: Soekirman, Prof.PhD (1999/2000), “Arti kata Gizi dan Definisi Ilmu Gizi”,
dalam buku Ilmu Gizi dan Aplikasinya, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi,
Departemen Pendidikan Nasional, hal 5

Komentar
Posting Komentar