Langsung ke konten utama

MENU GANGGUAN PERNAPASAN DENGAN ATOPIC



menu gangguan pernapasan dengan atopic



MENU PAGI

RESEP STEAK TUNA
Bahan:
  • 2 potong ikan tuna atau gindara fillet 
  • 125 ml sambal bangkok 
  • 3 sendok makan minyak zaitun 
  • 1 sendok makan akar ketumbar 
  • 1 sendok makan air jeruk nipis 
  • 3 siung bawang putih, haluskan

Bumbu taburan:

1 sendok makan daun ketumbar cincang 
Pelengkap: 
Brokoli, rebus 
Kembang kol, rebus 

Cara membuat
  1. Lumuri ikan dengan campuran  minyak zaitun, akar ketumbar, air jeruk nipis,  Diamkan selama 2 jam dalam lemari pendingin.
  2. Panaskan wajan steik, masukkan ikan sambil diolesi dengan sisa bumbu perendam hingga matang dan kedua sisinya berwarna kecokelatan, angkat dan sajikan dengan pelengkap


Resep Wedang Jahe
Bahan-bahan:
  • Jahe potong secukupnya,
  • 2 sendok  makan Madu
  • Gula Merah Secukupnya
  • Air Secukupnya

Cara membuat wedang jahe bakar:
  1. Bakar jahe yang telah dibersihkan di atas arang atau kalau tidak ada bisa dibakar di atas kompor dengan api kecil.
  2. Pastikan jahe dibolak-balik hingga seluruh permukaan jahe terbakar dan mengeluarkan aroma khas.
  3. Sediakan gelas berukuran sedang, masukkan gula merah yang sudah dilelehkan sebanyak 2 sendok makan.
  4. Gepuk jahe yang sudah dibakar, kemudian masukkan ke dalam gelas.
  5. Tambahkan air panas, aduk hingga tercampur rata.
  6. Wedang Jahe siap dihidangkan.


  


TUMIS JAMUR BROKOLI DAN WORTEL
Bahan yang dibutuhkan:
  • 2 sdm minyak zaitun
  • 50 gr jamur tiram
  • 25 brokoli
  • 25 wortel
  • 4 siung bawang putih diiris halus
  • 4 buah daun bawang dipotong 1 cm
  • Garam secukupnya
  • Merica secukupnya

Cara membuat:
  1. Panaskan minyak zaitun pada sebuah wajan pada suhu yang sedang namun jangan sampai berasap.
  2. Tambahkan jamur dan juga bawang putih, tumis selama 2 hingga 3 menit. Aduk dengan menggunakan spatula.
  3. Setelah selesai menumis selama 2 hingga 3 menit, kurangi suhunya sedikit dan taburkan garam di atas jamur dan aduk hingga merata. Tutup dan masak selama kurang lebih 5 hingga 7 menit. Aduk sesekali hingga mereka mengeluarkan cairan dan berubah menjadi lebih lembut.
  4. Ketika menjelang matang, tambahkan setengah dari potongan daun bawang dan garam serta merica. Aduk lagi hingga rata.
  5. Sajikan




MENU SIANG

STEAK IKAN KEMBUNG
Bahan:
  • 2 potong ikan tuna atau gindara fillet 
  • 2 sendok makan minyak zaitun 
  • 1 sendok makan akar ketumbar 
  • 1 sendok makan air jeruk nipis 
  • 2 sendok makan kecap manis 
  • 3 siung bawang putih, haluskan

Bumbu taburan:
1 sendok makan daun ketumbar cincang 
Pelengkap:
- sawi rebus
- Kembang kol, rebus 
Cara membuat:
  1. Lumuri ikan dengan campuran saus cabai, minyak zaitun, akar ketumbar, air jeruk nipis, kecap manis, dan kecap asin. Diamkan selama 2 jam dalam lemari pendingin.
  2. Panaskan wajan steik, masukkan ikan sambil diolesi dengan sisa bumbu perendam hingga matang dan kedua sisinya berwarna kecokelatan, angkat dan sajikan dengan pelengkap



TUMIS KACANG PANJANG DAN WORTEL
Bahan
  • 2 sdm minyak zaitun
  • 50 gr kacang panjanng
  • 50 gr wortel
  • 2 siung bawang putih diiris halus
  • 4 buah daun bawang dipotong 1 cm
  • Garam secukupnya
  • Merica secukupnya

Cara membuat:
  1. Panaskan minyak zaitun pada sebuah wajan pada suhu yang sedang namun jangan sampai berasap.
  2. Tambahkan bawang putih, tumis selama 2 hingga 3 menit. Aduk dengan menggunakan spatula.
  3. Setelah selesai menumis selama 2 hingga 3 menit, kurangi suhunya masukan wortel dan kacang panjang dan taburkan sedikit garam aduk hingga merata. Tutup dan masak selama kurang lebih 5 hingga 7 menit. Aduk sesekali hingga mereka mengeluarkan cairan dan berubah menjadi lebih lembut.
  4. Ketika sudah menjelang matang, tambahkan setengah dari potongan daun bawang dan serta merica. Aduk lagi hingga rata.
  5. Sajikan



UBI MADU PANGGANG
Bahan
  • 1 buah ubi merah, belah dua bagian
  • 2 sendok makan margarin
  • 3 sendok makan madu
  • 100 gr wijen

Cara membuat:
  1. Susun potongan ubi di loyang lalu olesi margarin dan taburi dengan wijen.
  2. Panggang hingga matang, siram dengan madu dan panggang kembali hingga harum.

JUS JAMBU
Bahan
  • 1 buah jambu biji merah
  • 1 gelas air
  • 1 gelas es serut

Cara Membuat
  1. Kupas jambu biji kemudian potong kecil-kecil sesuai selera.
  2. Masukkan jambu ke dalam blender, tambahkan es serut dan air putih. 
  3. Blender semua bahan hingga halus.  
  4. Saring jus jambu yang telah halus, sajikan di gelas saji. 
  5. Tambahkan es batu di atasnya agar rasanya semakin segar dan melegakan dahaga





 MENU MALAM



BLACK PEPPER BEEF
Bahan:
  • 2 siung bawang putih
  • 100 gram daging sapi
  • air secukupnya
  • 1 buah bawang bombay
  • 1 buah paprika merah
  • 1 sdt lada hitam
  • 3 sdm zaitun

Bahan Saus:
- wijen secukupnya
- 1 sdt madu
- daun bawang secukupya
- 2 sdm kecap manis
Cara Membuat
Step 1
  1. Geprek pelan dan potong bawang putih tipis-tipis. Lanjutkan dengan memotong bawang bombay dengan bentuk memanjang.
  2. Potong paprika merah, menjadi kotak-kotak kecil
  3. Potong daging sapi menjadi tipis dan kotak.

Step 2
  1. Masukan semua bumbu saus ke dalam mangkuk kecuali wijen. Lalu masukan potongan daging ke dalamnya. Biarkan marinate selama satu jam, agar bumbu meresap ke dalam daging.
  2. Panaskan minyak zaitun di atas teflon, lalu tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum
  3. Masukkan daging yang telah di marinate ke dalamnya. Masak hingga empuk
  4. Saat daging dipiat sudah mulai lembut, lalu masukkan potongan paprika  merah.
  5. Setelah teraduk rata, angkat agar paprika masih terasa segar saat digigit.
  6. Saatnya plating,. Tuangkan di atas piring lalu taburi biji wijen agar terlihat makin menarik
  7. Sajikan 


TUNIS WORTEL JAGUNG BROKOLI
Bahan:
  • 50 gr wortel
  • 25 jagung pipil
  • 50 gram brokoli
  • 1 batang daun bawang
  • 3 sdm minyak zaitunn untuk menumis
  • 1 siung bawang merah, iris tipis
  • 1/2 bawang bombay, iris tipis


Cara membuat:
  1. Iris dan potong-potong semua sayuran, sisihkan
  2. Panaskan minyak
  3. Tumis irisan bawang merah dan bawang bombay sampai layu
  4. Tambahkan bumbu yang telah dihaluskan
  5. Tumis bumbu halus hingga harum dan matang
  6. Masukkan wortel, kecap asin. Masak semua bahan tersebut hingga wortel setengah matang
  7. Tambahkan air lalu tunggu sampai sayuran matang
  8. Masukkan larutan maizena dan aduk sampai kental
  9. Angkat dan hidangkan




SUB TAHU JAMUR KUPING
Bahan:
  • 1500 ml air
  • 2 batang seledri, diikat
  • 2 siung bawang putih goreng, haluskan
  • 1 buah wortel, dipotong bulat
  • 50 gram buncis, dipotong-potong
  • 5 buah jamur kuping, rendam, potong-potong
  • 150 gram tahu putih, potong kotak
  • 2 1/2 sendok teh garam
  • 1/4 sendok teh pala bubuk
  • 1/4 sendok teh kaldu ayam bubuk
  • 1 batang daun bawang, potong bulat 1 cm

Cara Membuat:
  1. Didihkan air, selederi, dan bawang putih sampai harum.
  2. Masukkan wortel, rebus sampai empuk.
  3. Masukkan buncis, masak sampai, jamur kuping, tahu, garam, pala bubuk, dan kaldu ayam.Masak sampai mendidih.
  4. Menjelang diangkat. Tambahkan daun bawang. Aduk rata

JUS JERUK
Bahan
  • 2 buah jeruk yang sudah matan
  • 80 ml gula cair, air mineral secukupnya
  • Es batu seperlunya
  • Mesin blender

Cara Membuat
  1. Cuci semua bahan dan kupas kulitnya.
  2. Campurkan semua ke dalam blender dan proses sampai halus.
  3. Saring berikutnya tuangkan ke dalam gelas.
  4. Sajikan 


PEMBAHASAN



Menu diatas disusun untuk kelompok  umur 13-18 tahun dengan prinsip menu meditenian dengan gangguan pernapasan disertai atopic. Penyakit seperti asma, rinitis alergi, atau eksim atopik telah meningkat dalam beberapa dekade terakhir, dan insiden tertinggi. Salah satu penjelasan kenaikan itu dari pandangan lingkungan berkaitan dengan perubahan dalam diet.(1) Dalam diet ini di modifikasi dari salah satu diet tradisional yaitu diet Mediterania (MedDiet). Istilah MedDiet mengacu pada pola diet di wilayah Mediterania. MedDiet ditandai dengan asupan tinggi buah-buahan dan sayuran, roti dan sereal gandum, kacang-kacangan, dan kacang-kacangan; konsumsi rendah untuk produk susu dan telur; dan jumlah terbatas daging dan unggas. Diet ini rendah asam lemak jenuh dan kaya antioksidan, karbohidrat, dan serat. Ini juga memiliki kandungan asam lemak tak jenuh tunggal yang tinggi dan asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) n -3, terutama berasal dari minyak zaitun (dari ikan di beberapa daerah). Diet memiliki pengaruh terhadap  mereka yag ener patuh menjalani terutama dengan keluhan asma, rinitis alergi, dan dermatitis (2)

Peran menguntungkan dengan konsumsi minyak zaitun pada diet mediteranian saat ini diakui secara luas berdampak positif dengan kesehatan, ini disebabkan oleh adanya lipid tak jenuh tunggal dan / atau fraksi antioksidan dari mikrokonstituen yang ada dalam minyak zaitun. Dibuktikan dengan penelitian bahwa peran minyak zaitun di antaranya: sebagai parameter metabolic,perbaikan peradangan, (3) Temasuk masalah alergik dan stress oksidatif ini dikaitakan dengan kandungan minyak zaitun seperti adanya asam lemak tak jenuh ganda omega-3, asam docosahexaenoic, asam eicosapentaenoic, asam α-linolenat, dan asam linoleate, vitamin A dan E.  (4)

Pada suatu penelitian menunjukan bahwa minyak zaitun memberikan dampak positif pada perbaikan pernapasan yang merupakan bagian dari prinsip diet mediteranian (5) Kacang-kacangan, khususnya kedelai sumber utama isoflavon. Dan vitamin C yang dapat memperlihatkan peranan senyawa yang mempunyai kemampuan sebagai antioksidan (6) bahwa konsumsi makanan kedelai terkait dengan rendahnya tingkat sirkulasi IL-6, TNFα, dan sTNF-R1 dan 2, sitokin penting dalam kaskade inflamasi. Kedelai secara substansial menurunkan kadar faktor nekrosis tumor-α (TNFα), interleukin (IL) -6, protein reaktif-C (CRP), IL-18, dan nitrat oksida(7)

Ikan tuna, ikan kembung dan daging merah memiliki kandungan omega 3 (8)(9)(10)(11). Omega 3 merupakan salah satu kandungan yang terdapat pada menu mediteranian .konsumsi minyak ikan yang diperkaya lemak tak jenuh dapat mengurangi konversi asam arakidonat bebas menjadi leukotrien B4, yang memainkan peran kunci dalam kondisi inflamasi dan atopic. (12)
Sebuah studi menjelasakan bahwa jahe dapat berpengaruh terhadap alergi dan dapat digunakan untuk pencegahan gangguan alergi yang dimediasi IgE termasuk rinitis alergi memalui mekanisme 6-gingero.  6-gingero adalah agen imunosupresif potensial yang berkontribusi terhadap "Menenangkan" respon imun yang dimediasi sitokin (13)


Buah dan sayur merupakan salah satu jenis makanan yang banyak mengandung vitamin dan mineral tertuama antioksidan yang penting untuk menu mediteranian dan asupan makanan yang tinggi dari buah-buahan dan sayuran  memiliki peran protektif terhadap prevalensi gejala seperti asma dan rinitis alergi. (1)
Dalam literature lain menjelasakan bahwa mereka yang mengkonsusi buah dan sayur serta lemak yang baik dapat mencegah dari gangguan alergi (14)
Pada menu diatas di buat dengan komposisi berdasarkan prinsip gizi seimbang dengan Pola diet Mediterania yang mencakup serangkaian makanan khas dengan efek menguntungkan melawan peradangan dan oksidasi, seperti ikan berlemak, sayuran, kacang-kacangan dan buah-buahan segar, kacang-kacangan dan minyak zaitun yang kaya akan antioksidan (vitamin C dan E, beta-karoten dan folat), senyawa fenolik, flavonoid), dan asam lemak mono dan tak jenuh ganda.

Asma adalah gangguan pernapasan kronis yang berhubungan dengan peradangan saluran napas. Faktor lingkungan, dalam hubungannya dengan kerentanan genetik, memainkan peran penting dalam patofisiologi asma. Alergen yang dihirup, paparan asap, polusi udara dalam dan luar ruangan adalah pemicu umum gejala asma. Diet Mediterania, dengan asupan buah dan sayuran yang tinggi memiliki sifat anti-inflamasi. Secara umum, diet-Med diyakini memiliki manfaat kesehatan, sebagian besar disebabkan oleh kandungan serat, antioksidan, protein, dan jumlah lemak sedang, terutama dari mono-unsaturated (MUFA) dan omega-3 PUFA. (15)
            Diet mediteranian menawarkan anti inflamasi karena adanya kandungan seperti asam lemak tak jenuh misalnya, MUFA, omega-3 PUFA dan antioksidan. Efek anti-inflamasi ini melalui mekanisme penurunan signifikan protein plasma C-reaktif (CRP), IL-6 dan molekul adhesi intraseluler-1 (ICAM-1) (16)
            Sebuah studi menyimpulkan bahwa asupan EPA + DHA menunjukkan efek perlindungan pada gejala pernapasan pada subkelompok yang terpapar segudang bahaya peradangan non-diet, khususnya, perokok dan  status sosial ekonomi rendah (17)

            Konsumsi buah-buahan, sayuran dan antioksidan dapat menurunkan peradangan saluran napas salah satunya antioksidan lycopene dengan mengurangi masuknya jalan napas neutrofil dan aktivitas sputum neutrofil elastase. (18)

            Dalam sebuah studi RCT, asupan buah dan sayuran yang tinggi (≥5 porsi sayur dan dua porsi buah setiap hari selama 14 minggu) dikaitkan dengan lebih sedikit eksaserbasi dan peningkatan kontrol asma dibandingkan dengan asupan buah dan sayuran yang rendah (≤5 porsi sayur dan dua porsi buah setiap hari).  Oleh karena itu bukti saat ini menunjukkan bahwa asupan buah dan sayuran dapat memiliki efek signifikan pada kontrol asma pada orang dewasa, sehingga peningkatan konsumsi harus didorong pada pasien dengan asma (19)

Pasien dengan asma dan rinitis alergi mungkin mendapat manfaat diet rendah sodium, asam lemak omega-3 tinggi (yaitu ikan, almond, kenari, labu, dan biji rami) , bawang, dan buah-buahan dan sayuran (setidaknya lima porsi sehari) memiliki dampak baik terdapat perbaikan pernapasan (20)
Suatu studi menjelasakan mediteranian adalah makanan yang kaya akan makanan dengan lemak sehat dan antioksidan alami yang memberi efek positifnya pada fungsi paru-paru. Bahwa peningkatan kepatuhan pada diet ini dapat mencegah penurunan fungsi paru pada perokok dan memiliki potensi besar untuk rekomendasi pencegahan pada populasi umum sebagai bagian dari gaya hidup yang lebih sehat, terutama pada perokok yang tidak dapat berhenti merokok (21)

Sebuah literature menjelsakan mekanisme terjadi alergi dan diet medeteranian (1). Dalam beberapa dekade terakhir, salah satu perubahan lingkungan terpenting di dunia adalah pola makan. Terutama perubahan dalam asupan lemak makanan (dengan meningkatkan n - 6 PUFA dan menurun n - 3 PUFA), oleh karena itu  peningkatan produksi prostaglandin (PG) E2 mungkin telah berkontribusi pada peningkatan prevalensi asma . PGE2 menekan T-helper (Th) 1 dan meningkatkan fenotip Th2, sehingga mengurangi IFN-gamma. Fenotip Th2, di mana ada peningkatan pengalihan isotipe IgE, dikaitkan dengan asma dan penyakit atopik. Di sisi lain, asupan makanan yang rendah antioksidan mungkin dapat meningkatkan kerentanan untuk gangguan pernapasan . Dalam hal ini, mekanisme yang diusulkan melibatkan penurunan pertahanan antioksidan paru-paru, menghasilkan peningkatan kerusakan jalan nafas yang diinduksi oksidan.
Beberapa dari studi tersebut melaporkan efek menguntungkan dari makanan tunggal yang kaya akan n -3 PUFA atau antioksidan pada asma atau penyakit alergi. Sebuah meta-analisis menyimpulkan bahwa peningkatan konsumsi sayuran dan buah-buahan, seng, dan vitamin A, D, dan E, terkait dengan rendahnya prevalensi asma dan mengi pada anak-anak dan remaja. Namun, sebagian besar studi termasuk dalam meta-analisis yang gagal menjelaskan interaksi antara nutrisi. Namun, karena perilaku makan normal kita adalah mengikuti pola diet tertentu yang mengandung banyak makanan tertentu, tampaknya masuk akal untuk fokus pada pola makanan atau diet.
Diet Mediterania kaya akan antioksidan dan asam lemak tak jenuh ganda cis . Apalagi sereal (gandum utuh) kaya akan vitamin D, asam fenolat, dan asam fitat. Selain itu, buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan kaya akan vitamin C dan E, karotenoid, selenium, dan flavonoid. Selain itu, minyak zaitun untuk memasak dan saus salad adalah bagian penting dari MedDiet. Komponen aktif utama dari minyak zaitun adalah asam oleat, turunan fenolik (hydroxytyrosol, tyrosol, oleuropein, dan ligstroside), dan squalene, yang semuanya telah menunjukkan aktivitas antioksidan yang nyata. Juga, oleuropein dan hydroxytyrosol (produk hidrolisisnya) adalah di antara antioksidan yang paling kuat . Satu studi telah menunjukkan bahwa, setelah analisis multivariat, konsumsi minyak zaitun oleh ibu selama kehamilan dapat mencegah terjadinya gangguan pernapasa pada anak selama tahun pertama kehidupan. Oleh karena itu, tampaknya masuk akal untuk berpikir bahwa kepatuhan yang lebih tinggi terhadap MedDiet atau minyak zaitun mungkin memiliki beberapa efek perlindungan pada asma dan penyakit alergi. Kemampuan diet ini untuk mengatasi stres oksidatif mungkin memiliki efek pada awal asma. 



 SUMBER:

1.       Castro-Rodriguez JA, Garcia-Marcos L. What are the effects of a mediterranean diet on allergies and asthma in children? Front Pediatr. 2017;5(April).
2.        Pellegrini-Belinchón J, Lorente-Toledano F, Galindo-Villardón P, González- Carvajal I, Martín-Martín J, Mallol J, et al. Factors associated to recurrent wheezing in infants under one year of age in the province of Salamanca, Spain: is intervention possibl.
3.        Tsartsou E, Proutsos N, Castanas E, Kampa M. Network meta-analysis of metabolic effects of olive-oil in humans shows the importance of olive oil consumption with moderate polyphenol levels as part of the mediterranean diet. Front Nutr. 2019;6.
4.        Fitó M, De La Torre R, Covas MI. Olive oil and oxidative stress. Mol Nutr Food Res. 2007;51(10):1215–24.
5.        Cazzoletti L, Zanolin ME, Spelta F, Bono R, Chamitava L, Cerveri I, et al. Dietary fats, olive oil and respiratory diseases in Italian adults: A population-based study. Clin Exp Allergy. 2019;49(6):799–807.
6.        Pertiwi SF, Aminah S, Nurhidajah. Aktivitas Antioksidan , Karakteristik Kimia , Dan Sifat Berdasarkan Variasi Waktu Perkecambahan Antioxidant Activity , Chemistry Characteristic , And Organoleptic Properties Of Sprouts Milk Of Black Soybean ( Glycine Soja ) According To Variation Of Time. J Pangan dan Gizi. 2013;04(08):1–8.
7.        Wu SH, Shu XO, Chow WH, Xiang YB, Zhang X, Li HL, et al. Soy Food Intake and Circulating Levels of Inflammatory Markers in Chinese Women. J Acad Nutr Diet. 2012;112(7).
8.        Maqbool A, Strandvik B, Stallings VA. The skinny on tuna fat: Health implications. Public Health Nutr. 2011;14(11):2049–54.
9.        Estiasih T, Ahmadi K, Nisa FC, Kusumastuti F. Optimasi Kondisi Pemurnian Asam Lemak Omega-3 Dari Minyak Hasil Samping Penepungan Tuna (Thunnus sp.) Dengan Kristalisasi Urea. J Teknol dan Ind Pangan. 2009;20(2):135–42.
10.     Salamah E, Hendarwan, Yunizal. Studi tentang asam lemak omega-3 dari bagian-bagian tubuh ikan kembung laki-laki (. 2004;VIII(Ii):30–6.
11.     De Almeida JC, Perassolo MS, Camargo JL, Bragagnolo N, Gross JL. Fatty acid composition and cholesterol content of beef and chicken meat in Southern Brazil. Rev Bras Ciencias Farm J Pharm Sci. 2006;42(1):109–17.
12.     Chari S, Clark-Loeser L, Shupack J, Washenik K. A role for leukotriene antagonists in atopic dermatitis? Am J Clin Dermatol. 2001;2(1):1–6.
13.     Kawamoto Y, Ueno Y, Nakahashi E, Obayashi M, Sugihara K, Qiao S, et al. Prevention of allergic rhinitis by ginger and the molecular basis of immunosuppression by 6-gingerol through T cell inactivation. J Nutr Biochem. 2016;27:112–22.
14.     Ito M, Morita T, Okazaki S, Koto M, Ichikawa Y, Takayama R, et al. Dietary habits in adult Japanese patients with atopic dermatitis. J Dermatol. 2019;46(6):515–21.
15.     Carrera-Bastos, P.; Fontes-Villalba, M.; O’Keefe, J.; Lindeberg, S.; Cordain, L. The Western diet and lifestyle and diseases of civilization. Res. Rep. Cin. Cardiol. 2011, 2, 15–35.
16.     Schwingshackl, L.; Hoffmann, G. Mediterranean dietary pattern, inflammation and endothelial function: A systematic review and meta-analysis of intervention trials. Nutr. Metab. Cardiovasc. Dis. 2014, 24, 929–939.
17.     Lemoine SCM, Brigham EP, Woo H, Hanson CK, McCormack MC, Koch A, et al. Omega-3 fatty acid intake and prevalent respiratory symptoms among U.S. adults with COPD. BMC Pulm Med. 2019;19(1):1–9.
18.     Romieu, I.; Barraza-Villarreal, A.; Escamilla-Nunez, C.; Texcalac-Sangrador, J.L.; Hernandez-Cadena, L.; Diaz-Sanchez, D.; De Batlle, J.; Del Rio-Navarro, B.E. Dietary intake, lung function and airway inflammation in Mexico City school children exposed to.
19.     Wood, L.G.; Garg, M.L.; Smart, J.M.; Scott, H.A.; Barker, D.; Gibson, P.G. Manipulating antioxidant intake in asthma: A randomized controlled trial. Am. J. Clin. Nutr. 2012, 96, 534–543.
20.     Jaber R. Respiratory and allergic diseases: From upper respiratory tract infections to asthma. Prim Care - Clin Off Pract. 2002;29(2):231–61.
21.     Martín-Luján F, Catalin RE, Salamanca-González P, Sorlí-Aguilar M, Santigosa-Ayala A, Valls-Zamora RM, et al. A clinical trial to evaluate the effect of the Mediterranean diet on smokers lung function. npj Prim Care Respir Med [Internet]. 2019;29(1). Available from: http://dx.doi.org/10.1038/s41533-019-0153-7























































































































































Komentar

Postingan populer dari blog ini

AGAR PUASA DI BULAN RAMADHAN MENJADI SEGAR DAN BUGAR

AGAR PUASA DI BULAN RAMADHAN MENJADI SEGAR DAN BUGAR Bulan ramadhan adalah bulan yang sangat diimpikan oleh setiap ummat islam, sebab di bulan ini merupakan bulan ampunan, bulan yang apa bila setiap muslim menjalankan ibadah maka ibadahnya dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT. Di bulan ramadhan ini kita di anjurkan untuk menahan lapar sejak imsak hingga tiba saat magrib. Puasa adalah menahan lapar dan haus. Dalam konsep puasa yaitu selain mehanan segala hawa nafsu yang membatalkan puasa (kesehatan Rohani, puasa juga dikaitan dengan sebuah konsep yang berkaitan dengan kesehatan (Jasmani).   Dalam konsep kesehatan puasa adalah meruapak prinsip atau sebuah upaya dalam mengistirahatkan pencernaan dari selama 11 bulan kita pergunakan dan pada bulan ini adalah untuk mengistiharatkan pencernaan. Dalam puasa harus di awali dengan sahur dan di tutup dengan berbuka. Pada umum nya orang saat sahur itu mengkonsumsi makanan dengan semangat tanpa memperhatikan jumlah dan jenisn...

sejarah singkat ilmu gizi (GIZI ATAU NUTRISI).

  Asal mula pengawetan pangan. Inovasi pengawetan makanan dalam kaleng dimulai pertama kali oleh Nicolas Appert Bonaprre pada awal abad ke 19. Lahirnya faktor Atwater energy yaitu angka 4-9-4 yang merupakan faktor konversi dari 1 gr KH,   lemak, dan protein berasal dari alat calorimeter yang dibuat oleh Wilbur Olin Atwater dan bekerja ama dengan ahli fisik pada abad ke -19 (Darby W.J, 1994 dalam Ilmu gizi teori dan Aplikasi , 2017). Istilah gizi atau nutrition, berasal dari bahasa latin “nutr” yang berarti “to nurture” yaitu memberi makanan dengan baik. Pada abad 19 sebutan nutrition dikenal diinggris dan sebelumnya digunakan istilah diet. Istilah nutrition mulai popoler di inggris setelah di publikasi berjudul nutriology di London pada tahun 1812. Dalam tulisan itu disampaikan tentang makanan yang beraneka ragam makanan dari hewani dan nabati termasuk buah dan sayur untuk hidup sehat. (Drummod, 1991, Dalam ilmu gizi aplikasi dan teori, 2017) Di Indonesia isti...

TEH HIJAU DAPAT MENURUNKAN BERAT BADAN - ARTIKEL editor : Fahmil Usman

Pendahuluan       Teh adalah Minuman yang populer terbuat dari daun tanaman Camellia sinensis. Secara historis, teh digunakan untuk tujuan pengobatan dan dalam beberapa dekade terakhir, telah dipelajari untuk itu  efek kesehatan yang menguntungkan potensial. Ini termasuk pencegahan penambah berat badan berlebihan, pengentasan sindrom metabolik (MetS), dan pencegahan diabetes, penyakit kardiovaskular (CVD), kanker dan penyakit lainnya . Sebagian besar efek menguntungkan ini diyakini karena polifenol dalam teh hijau, meskipun kafein juga berkontribusi terhadap beberapa efek. Kegemukan, obesitas dan diabetes adalah masalah kesehatan utama yang muncul, dan MetS terkait erat juga mempengaruhi individu untuk CVD. CVD dan kanker adalah dua penyakit yang paling umum dan dua penyebab utama kematian di banyak negara. Jika teh dapat mencegah atau menunda perkembangan penyakit-penyakit ini .       Teh yang paling umum dikonsumsi a...